banner 728x250
Daerah  

Plafon Rusak Ancam Keselamatan Murid, BAZNAS Sidoarjo Tinjau TK DWP Desa Grinting

Sidoarjo – Kondisi sarana pendidikan yang membahayakan keselamatan peserta didik mendapat perhatian serius dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sidoarjo. Bersama Pemerintah Desa Grinting, BAZNAS melakukan peninjauan langsung ke TK Dharma Wanita Persatuan (DWP) Desa Grinting, Kecamatan Tulangan, menyusul laporan kerusakan plafon gedung sekolah yang ambrol

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat atas pengajuan Kepala Desa Grinting, Sobirin, yang sebelumnya menerima laporan warga terkait kondisi bangunan TK yang dinilai tidak aman untuk aktivitas belajar mengajar. Plafon sekolah yang rusak parah dikhawatirkan dapat membahayakan siswa-siswi yang masih berusia dini.

Hasil pantauan di lokasi menunjukkan sebagian plafon telah runtuh dan sisanya tampak rapuh. Kondisi tersebut menjadi perhatian utama karena berpotensi menimbulkan kecelakaan apabila tidak segera dilakukan perbaikan.

Kegiatan asesmen dan sidak ini dihadiri oleh Kepala Desa Grinting Sobirin beserta jajaran perangkat desa, Kepala TK DWP Grinting Anis, perwakilan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo Ilhammudin dan Achmad Soleh, Riki, serta pihak vendor dari BAZNAS. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga keselamatan dan kelayakan fasilitas pendidikan.

Kepala Desa Grinting Sobirin menegaskan bahwa pemerintah desa tidak ingin mengambil risiko terkait keselamatan anak-anak. Begitu mengetahui kondisi bangunan sekolah, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BAZNAS untuk meminta bantuan perbaikan.

Setelah melihat langsung kondisi plafon yang ambrol, kami segera mengajukan permohonan ke BAZNAS. Keselamatan anak-anak menjadi prioritas utama kami,” ujar Sobirin.

Sementara itu, Kepala TK DWP Grinting, Anis, mengaku lega atas perhatian dan langkah cepat yang diambil pemerintah desa dan BAZNAS. Ia menyebutkan bahwa pihak sekolah selama ini merasa waswas dengan kondisi bangunan yang sudah tidak layak.

“Kami sangat bersyukur atas kepedulian semua pihak. Harapan kami, perbaikan bisa segera dilakukan agar anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

Perwakilan BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, Ilhammudin, menjelaskan bahwa asesmen dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan yang tepat dan sesuai kebutuhan. Ia memastikan hasil peninjauan tersebut akan segera ditindaklanjuti.

Kondisi bangunan memang membutuhkan penanganan segera. Setelah asesmen ini, kami akan memproses agar bantuan perbaikan dapat segera direalisasikan,” jelasnya.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi fisik lembaga pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini. Sinergi antara pemerintah desa dan BAZNAS diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *