banner 728x250
Daerah  

Sentuhan Kasih Ning Tiwi di Probolinggo, Hadirkan Harapan bagi Anak-Anak Yatim

Probolinggo-Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Kota Probolinggo saat Ketua Umum Pertiwi Nusantara Bersatu, Hj. Sri Setyo Pertiwi, yang akrab disapa Ning Tiwi, kembali hadir di tengah anak-anak yatim piatu di Yayasan KH Abu Bakar, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Senin (6/4/2026).

Di balik senyum polos anak-anak itu, tersimpan cerita kehilangan dan perjuangan yang tak mudah. Namun siang itu, kehadiran Ning Tiwi seolah menjadi pelipur lara, membawa cahaya kecil yang menghangatkan hati mereka.

Satu per satu anak-anak menyambut dengan mata berbinar. Ada yang menggenggam erat tangan Ning Tiwi, ada pula yang tak kuasa menyembunyikan haru. Bagi mereka, kehadiran sosok yang rutin datang membawa perhatian ini bukan sekadar memberi bantuan, tetapi menghadirkan rasa bahwa mereka tidak sendiri.

“Kalian adalah anak-anak hebat. Jangan pernah merasa sendiri, karena banyak yang menyayangi kalian,” ucap Ning Tiwi lembut, sembari menatap penuh kasih para santri.

Kegiatan santunan yang dilakukan bukanlah sekadar agenda formal. Ini adalah bentuk cinta yang terus dirawat. Setiap kunjungan ke Probolinggo, Ning Tiwi selalu menyempatkan diri untuk kembali, seolah ada ikatan batin yang tak terputus dengan anak-anak yatim di tempat itu.

Ia pun mengungkapkan harapannya agar bantuan yang diberikan, meski sederhana, dapat menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus melangkah menatap masa depan.

Di sisi lain, pengasuh yayasan, Ustad Muhammad Toyib, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, kehadiran Ning Tiwi bukan hanya membawa bantuan materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan yang sulit diukur dengan kata-kata.

“Anak-anak selalu menantikan beliau. Bagi mereka, ini bukan hanya santunan, tapi juga kasih sayang. Semoga kebaikan ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tuturnya penuh haru.

Rangkaian kegiatan berlangsung sederhana namun sarat makna. Pembacaan teks Pancasila dipimpin langsung oleh Ning Tiwi, menggugah semangat kebangsaan di hati anak-anak sejak dini. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, di mana suara lirih para santri memanjatkan harapan, untuk kehidupan yang lebih baik, untuk masa depan yang lebih cerah.

Dalam doa itu, terselip harapan tulus agar Ning Tiwi dan seluruh keluarga besar Pertiwi Nusantara Bersatu senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menebar kebaikan.

Di tengah kerasnya kehidupan, kisah sederhana ini menjadi pengingat, bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat berarti besar bagi mereka yang membutuhkan. Dan di wajah-wajah mungil penuh harap itu, tersimpan masa depan bangsa yang perlu terus dijaga, disayangi, dan diperjuangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *