Sidoarjo — Ketulusan dan kepedulian kembali ditunjukkan oleh Ketua Umum Pertiwi Nusantara Bersatu (PNB), Hj. Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi. Di tengah padatnya agenda sosial, usai memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu di Yayasan KH. Abu Bakar, Probolinggo, beliau melanjutkan perjalanan kemanusiaannya menuju Desa Kedungboto, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.
Di desa sederhana itulah, sebuah kisah haru menanti. Seorang anak laki-laki bernama Zainur Roziqin (11), putra dari Ratna Sari, tengah berjuang menjalani kehidupan pasca operasi amputasi tangan yang ia alami. Di usia yang masih belia, Zainur harus menghadapi kenyataan pahit yang tak mudah diterima siapa pun.
Kedatangan Hj. Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi yang didampingi Kepala Desa Kedungboto, Solikin, disambut penuh haru dan kebahagiaan oleh keluarga kecil tersebut. Raut wajah Zainur dan ibunya memancarkan rasa syukur, seolah kehadiran sang dermawan menjadi secerah cahaya di tengah cobaan yang mereka jalani.
Suasana hangat pun tercipta di dalam rumah sederhana itu. Percakapan penuh empati mengalir, menghadirkan harapan baru bagi Zainur. Dalam kesempatan tersebut, Hj. Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi menyampaikan komitmennya untuk memberikan bantuan rutin setiap minggu guna membantu biaya kontrol dan pemulihan kesehatan Zainur.
Tak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian langsung, beliau juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai serta buah-buahan untuk mendukung kebutuhan harian dan kesehatan Zainur.
Dalam pernyataannya, Hj. Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi menegaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen PNB untuk terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
“Kami hadir bukan hanya untuk memberi bantuan sesaat, tetapi juga memastikan keberlanjutan perhatian, terutama bagi anak-anak yang sedang berjuang seperti Zainur. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban dan memberi semangat untuk terus bangkit,” ungkapnya dengan penuh haru.
Sementara itu, Kepala Desa Kedungboto, Solikin, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian Ketua Umum PNB tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ini bukan hanya soal materi, tetapi juga bentuk kepedulian yang luar biasa kepada warga kami. Semoga kebaikan ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak,” ujarnya.
Di sisi lain, Ratna Sari, ibu dari Zainur Roziqin, tak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukurnya. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk biaya pengobatan anak saya. Semoga Ibu Pertiwi selalu diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah,” tuturnya.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dan empati masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Di balik luka dan cobaan yang dihadapi Zainur, hadir tangan-tangan kebaikan yang siap menguatkan—mengingatkan kita semua bahwa harapan akan selalu ada bagi mereka yang tidak menyerah.



